Sejarah Desa

Gambaran Umum

Desa Sukodono adalah salah satu desa yang di Kecamatan Dampit terletak sejauh 18 Km dari arah pusat kecamatan ke arah selatan . Desa dengan luas wilayah 1.864 Ha ini berbatasan dengan

Desa Srimulyo di sebelah utara
Desa Tegal Rejo dibelah barat
Desa Tambak Asri disebelah selatan
dan Desa Srimulyo serta wilayah perhutani disisi timur,

Stuktur wilayah desa ini terbagi dalam kedalam  5 (lima) dusun yakni Dusun Sawur, Dusun Kampung Teh, Dusun Wonosari, Dusun Wonorejo dan Dusun Petung Sigar, yang terbagi menjadi 5 (lima) Rukun Warga (RW) dan 42 (empat puluh dua) Rukun Tetangga (RT) ditambah 10 (sepuluh) Rukun Tetangga Pengembangan.

 

Sejarah desa ini Berdasarkan cerita rakyat pada masa terdahulu Desa Sukodono masih berupa hutan belantara yan kemudian datanglah seseorang yang bernama KYAI LADASAN dan IMAM HADI melakukan babat alas, bersama keluarga dan kerabatnya hingga perkembangannya menjadi sebuat perkampungan atau pedesaan dan Nama Sukodono muncul setelah masa pemerintahan dari Kades Abdul Aziz yaitu peralihan dari Desa Darurat.

 

Mulai dari masa kemerdekaan atau awal kemerdekaan desa ini dipimpin oleh 8 orang, antara lain :

  1. Bapak Sarto : Tahun 1946 s/d 1952
  2. Bapak Suprayitno : Tahun 1952 s/d 1967
  3. Bapak Abdul Aziz : Tahun 1967 s/d 1973
  4. Bapak Hadi Sumarto : Tahun 1973 s/d 1976
  5. Bapak Abdul Hadi : Tahun 1976 s/d 1993
  6. Bapak Slamet Mulyono         : Tahun 1993 s/d 1999
  7. Bapak Buimin : Tahun 1999 s/d 2013
  8. Bapak Suharto : Tahun 2013 s/d Sekarang

 

Dilihat dari topografi desa, desa sukodono terletak di ketinggian 400 – 600 m diatas permukaan laut, dan merupakan daerah yang sangat subur dengan curah hujan yang cukup tinggi karena berada diantara laut selatan dan pegunungan kendeng.

Kondisi perekonomian di desa ini sebagian besar merupakan daerah pertanian terutama pertanian lahan kering atau perkebunan yang mencapai luas 1.051. ha atau 56,39 %, dengan komoditas kopi, salak pondoh, pisang mas dan pisang lainnya, cengkeh, kelapa dan beberapa jenis tanaman lain yang berjumlah sangat kecil. Sawah ada di desa ini tetapi dalam luas yang sangat kecil berkisar antara 5,4 ha.

Keberadaan pengembangan perkebunan di desa ini selain karena kondisii geografis juga karena faktor sejarah semasa kolonial belanda, desa ini merupakan daerah perkebunan seperti perkebunan teh serta karet dan kopi sehingga jejak rekam perkebunan di desa ini juga bisa dilihat dari nama-nama kampung di desa ini seperti kampung teh, sawur yang konon berasal dari tempat menabur pembenihan, bedengan yang sekarang bernama wonorejo yang konon merupakan tempat penyemaian bibit atau pembesaran bibit untuk perkebunan.

 

Berdasarkan mata pencaharian usia kerja hampir 90% terdiri dari petani dan buruhh tani, pedagang sekitar  3%, selebihnya menekuni berbagai profesi berbagai profesi seperti guru, sopir, tukang, TNI/Polri, dll

Untuk meningkatkan derajat perekonomian terutama di bidang pertanian berbagai program juga dilaksanakan di desa ini seperti : kelompok tani yang terdiri dari 9 kelompok tani

Dan 1 asosiasi pisang mas, antara lain
 

Dibidang peternakan sebagian warga juga mengembangkan ternak terutama sapi dan kambing dalam skala kecil dan juga mulai ada yang mengembangkan peternakan susu kambing yaitu yang ada di dusun wonosari.

 

Dibidang perikanan sebagian kecil warga desa ini juga mengembangkan perikanan air tawar terutama budidaya lele dan nila.

 

Berbagai industri rumah tangga juga tumbuh di desa ini seperti kerajinan mebeler, kerajinan alumunium, industri beton /cor, industri makanan ringan, seperti krupuk, kripik, jenang salak, dll.  Menyadari atau melihat adanya potensi diberbagai bidang ekonomi maka, desa ini sesunggunya, maka desa ini sangat mungkin untuk terus dikembangkan menjadi desa dengan tingkat perekonomian yang lebih baik, tentu hal ini membutuhkan komitmen dan perhatian dari semua pihak.

 

Lembaga pendidikan di desa ini terdiri dari 8 TK /Paud antara lain,
1. Tk darma wanita 1 dusun sawur

  1. Paud Al azhar dusun sawur
  2. tk darma wanita 2 dusun wonorejo
  3. tk darma wanita 3 dusun petung sigar
  4. ra al ikhlas di dusun petung sigar
  5. tk darma wanita 4 dusun kampung teh
  6. tk muslimat dusun kampung teh
  7. paud kenangan di wonosari

 

Sekolah dasar dan mi terdiri dari 4 sd negeri dan 2 mi, antara lain :

  1. Sdn sukodono 01 di sawur
  2. Sdn sukodono 02 di wonorejo
  3. Sdn sukodono 03 di petung sigar
  4. Sdn sukodono 04 di kampung teh
  5. Mi azharul ulum di sawur
  6. Mi al ikhlas di petung sigar

 

Sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah terdiri dari

1 smp yaitu smp pgri 05 dampit di sawur, dan

2 mts yaitu mts azharul ulum di sawur dan mts al ikhas di petung sigar

“Ke depan banyak masyarakat berharap adanya lembaga pendidikan yang lebih tinggi di desa ini seperti SMK atau SMA mengingat saat ini jarak tempuh terhadap sma dan smk bagi anak-anak yang melanjutkan cukup jauh.

Layanan kesehatan di desa ini saat ini dilayani oleh puskesmas pembantu yang ada didusun sawur dan dusun wonorejo yang masing-masing dilayani oleh 1 bidan, sementara mantri di puskesmas dampit ada di desa sukodono dan membuka layanan sore di desa sukodono, untuk kesehatan ibu dan anak posyandu dilaksanakan di setiap dusun 18 hari sekali disetiap dusun.

 

Kehidupan beragama di desa ini 98 % beragama islam dan 1 % beragama nasrani, fasilitas keagama di desa ini terdiri dari 1 ponpes, 17 masjid, dan 64 musholla, tpq 12, berbagai acara keagamaan juga semarak di desa ini seperti jama’ah sholawat, jama’ah istighosah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa, berbagai acara pengajian umum dalam memperingati hari-hari besar islam serta aktifitas jama’ah tahlih, jama’ah tahlih ibu-ibu maupun jama’ah diba’ yang dilaksanakan setiap minggu yang disetiap rt di sukodono.

 

Pembinaan olahraha di desa ini berlangsung secara baik dan menjadi bagiann kehidupan pemuda di sukodono, olahraga yang sangat dominan di desa ini antara lain voli ball dan sepak bola, bahkan dari olah raga ini prestasi putra2 sukodono bisa dibanggakan, ini dibuktikan dengan adanya putra2 sukodono yang bermain di liga sepak bola profesional serta adanya pemain2 voly kita yang mewakili kontingen kabupaten malang di dalam pekan olah raga jawa timur.

 

Seni dan budaya di desa ini juga tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat itu sendiri, berbagai macam kesenian ada di desa ini karena memang warga desa ini terdiri dari berbagai latar belakang suku terutama jawa dan madura. Kesenian-kesenian yang sampai hari ini ada di desa ini antara lain, reog ponorogo di rt 33, seni warok di rt 32 seni kuda lumping di rt 31, seni kudalumping turonggo satrio di rt 7 dusun sawur, seni sakera di rt 25 wonosari, juga seni-seni moderen seperti orkes dangdut mandala, terbang jidor, maupun seni band yang diikutii anak-anak muda di sukodono, keberadaan kesenian ini semakin semarak saat ada acara-acara peringatan seperti HUT kemerdekaan ri dengan ditampilkan baik dilingkungan maupun dalam even karnaval yang dilaksanakan setahun sekali didalam desa. Kedepan pembinaan kesenian ini perlu terus mendapat perhatian agar bisa menjadi kebanggaan bagi desa ini.

 

Kegiatan dan sarana rekreatif di desa ini sesungguhnya sangat banyak, seperti waduk kali ungkal, pemandangan gunung binglis, pemandangan gunung sawur, serta sarana rekreatif buatan seperti kolam pemancingan yang ada di wonorejo, namun demikian tentu peningkatan pemanfaatan potensi wisata ini harus menjadi perhatian semua pihak agar betul-betul bisa menjadi sarana wisata.

 

Dibidang pembangunan infra struktur beban desa ini sesungguhnya memang cukup berat, karena jalan di desa ini cukup panjang baik jalan kabupaten maupun jalan desa atau jalan dusun, selain jalan berbagai kondisi jembatan, gorong-gorong maupun plengsengan juga merupakan bagian infra struktur yang harus mendapatkan perhatian dari semua pihak. Untuk mempercepat upaya pembangunan infrastrur di desa ini, selain mengandalkan program-program dari apbn dan apbd secara langsung seperti programbpnpm dan kemitraan tidak kala penting pemerintah desa sukodono dimulai dari tahun 2013 ini terus berkomitmen bersama masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong-royong dan swadaya untuk membangun  jalan di lingkungan masing-masing.

 

Dengan dukungan semua pihak dari waktu ke waktu sesungguhnya pembangunan di desa sukodono terus berjalan, sehingga saat ini bisa dirasakan sebagian jalan sudah dalam kondisi lebih baik dibanding waktu-waktu sebelumnya. Namun demikian mengingat volume yang panjang masih banyak jalan-jalan maupun jembatan dan gorong-gorong atau plengsengan masih dalam kondisi memprihatinkan.

 

Dengan program yang tepat dan selalu mengutamakan skala prioritas serta dengan dorongan gotong royong dan swadaya masyarakat  pemerintah desa terus berkominmen agar pembangunan infrastruktur baik jalan, jembatan, gorong-gorong, plengsengan dll bisa terus dilakukan. Dengan cara ini diharapkan hingga tahun 2018 nanti jalan-jalan diseluruh dusun di sukodono sudah dalam kondisi mantap

 

 

Dengan kebersamaan berdasarkan keragaman masyarakatnya mari kita wujudkan pembangungan desa sukodono disegala bidang menuju desa yang gemah ripah lohjinawi toto tentrem kerjo raharjo.

Facebook Comments